Langsung ke konten utama

Cara Ngatasin "Burn Out" Ketika Ngonten

Hahhhhhh!!!!

Lelah sekali rasanya, lelaaahh!!

Kata pertama yang begitu mewakili perasaanku betapa burn out otak ini melakukan hal yang sama secara terus-menerus. Disclaimer dulu ini tentang pengalamanku ngonten, ya.

Awal mula aku ngonten itu tahun Februari 2024, niat awal mau cari cuan juga dari hasil ngonten. Pada saat itu belum begitu serius dan konsisten, barulah pada September 2024 mulai serius ngonten. Seingatku hannya 2 sampai 3 bulan aku berhenti karena lelah dan banyak tantangan lainnya, salah satunya merasa tidak percaya diri untuk terus melanjutkan.

Setelah berhenti, kemudian ada kekuatan lagi untuk ngonten sampai berganti-ganti niche. Berbulan-bulan ngonten aku kemudian menyadari 1 hal, ada hal yang lebih penting untuk aku harus capai dibanding niat awal, yaitu rasa secure. Ya, karena banyaknya pengalaman hidup yang buruk dimasa lalu, bertahun-tahun pula aku hidup dalam rasa insecure. Bertahun-tahun lalu juga merasakan perasaan terkucil dan tidak dianggap ada oleh orang-orang.

Tapi bertahun-tahun juga aku coba bangkit. Pada saat ngonten disitulah aku punya niat lain, aku ingin membuktikan pada diri sendiri bahwa aku bisa, aku berharga, dan pantas untuk dipuji. Ya, aku tidak salah menulis. Orang yang sering merasa terkucil, ada perasaan yang timbul dalam dirinya "ingin dianggap ada."

Bulan demi bulan aku terus produksi konten, lelah memang tapi orang-orang mulai mengatakan suaraku bagus ketika voice over, skill editing sudah semakin bagus, aku sudah merasa cukup akan hal itu. Lucunya, hal-hal ini datang dari orang yang hanya kenal melalui sosial media. Memang seringkali support datang dari hal-hal dan orang-orang yang tak terduga. Aku juga sudah membuktikan kepada diriku sendiri bahwa selama ini aku bukannya tidak bisa berbuat sesuatu hal, aku hanya selalu meragukan diriku sendiri.

Beberapa kali berganti niche konten juga menyadarkanku lagi akan satu hal, bahwa aku memang tidak nyaman selalu tampil didepan kamera. Aku bisa, tetapi tidak begitu nyaman. Beberapa orang memang terlahir untuk berkarya dibalik layar saja. Aku tau bahwa "hari itu" akan tiba. Hari dimana aku akan semakin dekat dengan apa yang kusukai sejak dulu yaitu "menulis".

Aku lebih senang menumpahkan isi pikiranku melalui tulisan. Merasa energi dan perasaanku lebih tersalurkan jika menulis. Semua yang aku pikir dan rasakan bisa tersalurkan. Jadi sekarang aku merasa burn out karena melakukan hal yang sama secara terus-menerus tetapi tidak membuatku nyaman.

Cara mengatasinya adalah seperti ini :

1. Ketika tahu sesuatu yang aku kerjakan tidak membuatku merasa excited lagi, ambill jeda untuk berhenti sejenak.

2. Refleksi lagi apakah yang aku lakukan ini membuatku bahagia? Jika hanya merasa tertekan, saatnya memutuskan untuk berhenti

3. Tidak semua hal harus berhasil. Mungkin aku "gagal" di bagian konsistensi produksi konten, tapi sisi baiknya adalah berbulan-bulan ngonten buatku jadi banyak progress baik dalam diriku.

4. Tahu kapan harus berhenti ketika yang kita kerjakan sudah tidak works lagi.



Saatnya istirahat sejenak. Entah akan membuat konten lagi atau tidak, tetapi yang kutahu saat ini aku memang butuh istirahat sejenak dari ketegangan-ketegangan otot syaraf karena selalu memikirkan "bikin konten apa lagi, ya?"

Misi utama sudah tercapai, merasa secure akan kehadiran diri sendiri. Lalu apa yang aku cari? Fokus terhadap hal-hal yang membuatku bahagia ketika melakukannya. Sekarang aku ingin fokus menulis di blog atau dimana saja medianya dan kembali "tenang" dibalik layar. Bagi seorang IRT sepertiku yang sehari-hari tinggal dirumah dan tak punya teman bercengkrama ketika suami sedang bekerja di luar rumah, menulis adalah satu obat paling manjur.

Kadang aku berpikir seperti ini "apa ya tanggapan orang kalau aku berhenti produksi video?"

Astaga hahahah kita memang seringkali terlalu GR bahwa semua orang memperhatikan gerak-gerik kita. Padahal kita bukan pusat dunia. Sekali lagi, kita bukan pusat dunia! Orang-orang punya urusannya masing-masing.

So, be the best of your version aja, yah! Jalani apa yang membuatmu senang. Kalimat ini cocok untuk kondisiku untuk sekarang tentunya.

:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Tentang Irfan

Aku baru saja menonton sebuah video youtube yang judulnya "Mapan Dulu atau Nikah Dulu?". Si empunya channel, Ferry Irwandi bilang kalau "mending mapan dulu kemudian nikah daripada ngajak anak orang hidup susah, masa iya perempuan yang sudah dibesarkan dan dibiayai setengah mati sama orangtuanya diajak hidup susah sama kita?", begitu kata Ferry. Lantas dia bilang lagi sama pacarnya sebelum dia nikahi waktu itu "kalau nanti kita hidup susah, tinggalkan saya!" dan si pacar yang sekarang sudah jadi istri menjawab "iya!", that's how they being wife and husband. Tahun ini aku berencana menikah dengan seorang laki-laki yang belum genap 5 bulan kutemui. Kami bertemu pertama kali tepat Februari lalu. Awalnya aku hanya ingin mencari teman dan kenalan baru karena sudah lelah dengan percintaanku yang begitu rumit hampir 5 tahun belakangan. Dua kali menjalin hubungan dengan laki-laki yang tidak tepat untukku membuatku terkadang berpikir untuk ingin berist...

Cara Tahu Dia Jodohmu atau Bukan

Ada banyak orang terutama perempuan yang sering bertanya kepadaku, "bagaimana sih caranya tahu kalau kita jodoh sama dia?" Ah..kalau mau jawab pertanyaan ini mungkin agak sedikit panjang. Aku akan menjawabnya berdasar dari pengalamanku, berdasar dari apa yang pernah aku lakukan. Mungkin jawabanku ini tidak akan banyak relate sama cerita orang lain tentang bagaimana mereka yakin untuk mengikat janji suci dengan pasangannya, sekali lagi aku katakan ini subjektif, ini dari pengalamanku pribadi. Punya banyak pengalaman buruk tentang relasi pasangan dimasa lalu, buatku akhirnya berpikir tentang bagaimana hidupku kedepannya dan hal itu juga yang buat aku tidak punya keinginan untuk menikah. HIdup menua di panti jompo tidak apa-apa, kan? Setiap orang punya pilihan untuk menentukan hidupnya, bukan? Kalau orang-orang bermimpi  hidup bahagia dengan pasangannya, ya itu hanya impianku dimasa lalu yang sudah aku kubur dalam-dalam. Haha..sembari tertawa getir kukatakan hal itu padaku dirik...

Merayakan Diri Sendiri

Ternyata keputusanku untuk menjadi Ibu Rumah Tangga udah tepat banget menurutku karena memang aku lagi butuh ruang untuk sendiri dan butuh untuk mengenal diri aku lebih dalam lagi. Sepertinya aku pernah berdoa begini waktu merasa sangat kehilangan diri sendiri, merasa ga tau aku itu siapa dan setelah mengalami guncangan hidup yang begitu hebat. "Ya Allah, kasi aku kesempatan dong untuk kenal sama diri aku" Boom! Dikabulin lagi. Kadang doa kita itu terjawab melalui hal-hal yang memang gak kita sangka sebelumnya. Kita juga kadang gak sadar kalau doa kita itu udah terjawab, malah biasanya di awal kita malah mengeluh "kok gini, sih?" Padahal itu semua adalah proses yang buat kita mau capai tujuan awal. Ga semua orang kuat dengan prosesnya, akan ada stress, burn out, bahkan pengen angkat bendera putih saking kerasnya proses menuju tujuan itu. Berproses~ Tapi ada dititik ini aku bersyukur banget dan mau merayakan diri sendiri atas proses panjang yang aku jalani. Melalui s...