Langsung ke konten utama

Postingan

Merayakan Diri Sendiri

Ternyata keputusanku untuk menjadi Ibu Rumah Tangga udah tepat banget menurutku karena memang aku lagi butuh ruang untuk sendiri dan butuh untuk mengenal diri aku lebih dalam lagi. Sepertinya aku pernah berdoa begini waktu merasa sangat kehilangan diri sendiri, merasa ga tau aku itu siapa dan setelah mengalami guncangan hidup yang begitu hebat. "Ya Allah, kasi aku kesempatan dong untuk kenal sama diri aku" Boom! Dikabulin lagi. Kadang doa kita itu terjawab melalui hal-hal yang memang gak kita sangka sebelumnya. Kita juga kadang gak sadar kalau doa kita itu udah terjawab, malah biasanya di awal kita malah mengeluh "kok gini, sih?" Padahal itu semua adalah proses yang buat kita mau capai tujuan awal. Ga semua orang kuat dengan prosesnya, akan ada stress, burn out, bahkan pengen angkat bendera putih saking kerasnya proses menuju tujuan itu. Berproses~ Tapi ada dititik ini aku bersyukur banget dan mau merayakan diri sendiri atas proses panjang yang aku jalani. Melalui s...
Postingan terbaru

Cara Tahu Dia Jodohmu atau Bukan

Ada banyak orang terutama perempuan yang sering bertanya kepadaku, "bagaimana sih caranya tahu kalau kita jodoh sama dia?" Ah..kalau mau jawab pertanyaan ini mungkin agak sedikit panjang. Aku akan menjawabnya berdasar dari pengalamanku, berdasar dari apa yang pernah aku lakukan. Mungkin jawabanku ini tidak akan banyak relate sama cerita orang lain tentang bagaimana mereka yakin untuk mengikat janji suci dengan pasangannya, sekali lagi aku katakan ini subjektif, ini dari pengalamanku pribadi. Punya banyak pengalaman buruk tentang relasi pasangan dimasa lalu, buatku akhirnya berpikir tentang bagaimana hidupku kedepannya dan hal itu juga yang buat aku tidak punya keinginan untuk menikah. HIdup menua di panti jompo tidak apa-apa, kan? Setiap orang punya pilihan untuk menentukan hidupnya, bukan? Kalau orang-orang bermimpi  hidup bahagia dengan pasangannya, ya itu hanya impianku dimasa lalu yang sudah aku kubur dalam-dalam. Haha..sembari tertawa getir kukatakan hal itu padaku dirik...

Cara Ngatasin "Burn Out" Ketika Ngonten

Hahhhhhh!!!! Lelah sekali rasanya, lelaaahh!! Kata pertama yang begitu mewakili perasaanku betapa burn out otak ini melakukan hal yang sama secara terus-menerus. Disclaimer dulu ini tentang pengalamanku ngonten, ya. Awal mula aku ngonten itu tahun Februari 2024, niat awal mau cari cuan juga dari hasil ngonten. Pada saat itu belum begitu serius dan konsisten, barulah pada September 2024 mulai serius ngonten. Seingatku hannya 2 sampai 3 bulan aku berhenti karena lelah dan banyak tantangan lainnya, salah satunya merasa tidak percaya diri untuk terus melanjutkan. Setelah berhenti, kemudian ada kekuatan lagi untuk ngonten sampai berganti-ganti niche. Berbulan-bulan ngonten aku kemudian menyadari 1 hal, ada hal yang lebih penting untuk aku harus capai dibanding niat awal, yaitu rasa secure. Ya, karena banyaknya pengalaman hidup yang buruk dimasa lalu, bertahun-tahun pula aku hidup dalam rasa insecure. Bertahun-tahun lalu juga merasakan perasaan terkucil dan tidak dianggap ada oleh orang-ora...

Hi...

Haiii.... Lama tidak bertemu.... Setelah menulis 2 kalimat itu, jujur aku berhenti sejenak untuk mengetik. Ada rasa campur aduk dan (mungkin) sedikit gemetar karena menyapa seperti ini. Ada sedikit rasa haru juga. Aku seperti bertemu sahabat yang lama terpisah. (Berhenti lagi...berpikir lagi kalimat apa yang harus ku ketik untuk mengungkapkan perasaanku) ---- Sudah lama sekali rasanya sejak terakhir kali aku menulis seperti ini, menuliskan isi pikiran dan perasaanku. Aku tau pada akhirnya aku akan kembali melakukan hal-hal  yang kusukai sejak aku kecil, membaca buku dan menulis. Meskipun aku bukan penulis novel yang karya-karyanya bisa dibaca dibuku cetak atau aplikasi online, tetapi menulis adalah salah satu bentuk aku mencintai diri sendiri. Sudah lama sekali aku menantikan waktu ini, perasaan ini, bagaimana aku harus mengungkapkannya? Darimana aku harus memulai untuk bercerita? Kau tau cerita tentang orang-orang yang kehilangan arah karena terguncang oleh pengalaman hidup dimasa...

Cerita Tentang Irfan

Aku baru saja menonton sebuah video youtube yang judulnya "Mapan Dulu atau Nikah Dulu?". Si empunya channel, Ferry Irwandi bilang kalau "mending mapan dulu kemudian nikah daripada ngajak anak orang hidup susah, masa iya perempuan yang sudah dibesarkan dan dibiayai setengah mati sama orangtuanya diajak hidup susah sama kita?", begitu kata Ferry. Lantas dia bilang lagi sama pacarnya sebelum dia nikahi waktu itu "kalau nanti kita hidup susah, tinggalkan saya!" dan si pacar yang sekarang sudah jadi istri menjawab "iya!", that's how they being wife and husband. Tahun ini aku berencana menikah dengan seorang laki-laki yang belum genap 5 bulan kutemui. Kami bertemu pertama kali tepat Februari lalu. Awalnya aku hanya ingin mencari teman dan kenalan baru karena sudah lelah dengan percintaanku yang begitu rumit hampir 5 tahun belakangan. Dua kali menjalin hubungan dengan laki-laki yang tidak tepat untukku membuatku terkadang berpikir untuk ingin berist...