Langsung ke konten utama

Merayakan Diri Sendiri

Ternyata keputusanku untuk menjadi Ibu Rumah Tangga udah tepat banget menurutku karena memang aku lagi butuh ruang untuk sendiri dan butuh untuk mengenal diri aku lebih dalam lagi.

Sepertinya aku pernah berdoa begini waktu merasa sangat kehilangan diri sendiri, merasa ga tau aku itu siapa dan setelah mengalami guncangan hidup yang begitu hebat.

"Ya Allah, kasi aku kesempatan dong untuk kenal sama diri aku"

Boom! Dikabulin lagi. Kadang doa kita itu terjawab melalui hal-hal yang memang gak kita sangka sebelumnya. Kita juga kadang gak sadar kalau doa kita itu udah terjawab, malah biasanya di awal kita malah mengeluh "kok gini, sih?" Padahal itu semua adalah proses yang buat kita mau capai tujuan awal.

Ga semua orang kuat dengan prosesnya, akan ada stress, burn out, bahkan pengen angkat bendera putih saking kerasnya proses menuju tujuan itu.

Berproses~

Tapi ada dititik ini aku bersyukur banget dan mau merayakan diri sendiri atas proses panjang yang aku jalani. Melalui status Ibu Rumah Tangga aku punya waktu banyak banget untuk menata ulang hidupku. Mulai dari kenalan sama diri sendiri, proses pendekatan untuk mengeksplor berbagai banyak hal, dan rasa syukur karena semakin hari semakin aku rasakan kalau aku bertumbuh dan berkembang dari segi mental. Dulunya hancur banget, sekarang pelan-pelan udah mulai pulih.

Ini semua butuh waktu yang gak sebentar, bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Tugasku cuma bangkit dan menjalani, hasil akhirnya pasti akan ketemu juga, kok!

Ahh..kenalin aku Lulu Ibu Rumah Tangga yang bahagia karena memilih keputusanku sendiri, menjalani dengan proses yang naik turun, penuh dengan dukungan suami, dan aku senang dengan semua ini.

Untuk kamu yang juga lagi berproses menjalani sesuatu, semangat ya! I hope you doing well!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Tentang Irfan

Aku baru saja menonton sebuah video youtube yang judulnya "Mapan Dulu atau Nikah Dulu?". Si empunya channel, Ferry Irwandi bilang kalau "mending mapan dulu kemudian nikah daripada ngajak anak orang hidup susah, masa iya perempuan yang sudah dibesarkan dan dibiayai setengah mati sama orangtuanya diajak hidup susah sama kita?", begitu kata Ferry. Lantas dia bilang lagi sama pacarnya sebelum dia nikahi waktu itu "kalau nanti kita hidup susah, tinggalkan saya!" dan si pacar yang sekarang sudah jadi istri menjawab "iya!", that's how they being wife and husband. Tahun ini aku berencana menikah dengan seorang laki-laki yang belum genap 5 bulan kutemui. Kami bertemu pertama kali tepat Februari lalu. Awalnya aku hanya ingin mencari teman dan kenalan baru karena sudah lelah dengan percintaanku yang begitu rumit hampir 5 tahun belakangan. Dua kali menjalin hubungan dengan laki-laki yang tidak tepat untukku membuatku terkadang berpikir untuk ingin berist...

Cara Tahu Dia Jodohmu atau Bukan

Ada banyak orang terutama perempuan yang sering bertanya kepadaku, "bagaimana sih caranya tahu kalau kita jodoh sama dia?" Ah..kalau mau jawab pertanyaan ini mungkin agak sedikit panjang. Aku akan menjawabnya berdasar dari pengalamanku, berdasar dari apa yang pernah aku lakukan. Mungkin jawabanku ini tidak akan banyak relate sama cerita orang lain tentang bagaimana mereka yakin untuk mengikat janji suci dengan pasangannya, sekali lagi aku katakan ini subjektif, ini dari pengalamanku pribadi. Punya banyak pengalaman buruk tentang relasi pasangan dimasa lalu, buatku akhirnya berpikir tentang bagaimana hidupku kedepannya dan hal itu juga yang buat aku tidak punya keinginan untuk menikah. HIdup menua di panti jompo tidak apa-apa, kan? Setiap orang punya pilihan untuk menentukan hidupnya, bukan? Kalau orang-orang bermimpi  hidup bahagia dengan pasangannya, ya itu hanya impianku dimasa lalu yang sudah aku kubur dalam-dalam. Haha..sembari tertawa getir kukatakan hal itu padaku dirik...